KESEHATAN

Lucuma, Buah Super Kaya Antioksidan yang Berpotensi Menjadi Alternatif Gula

×

Lucuma, Buah Super Kaya Antioksidan yang Berpotensi Menjadi Alternatif Gula

Sebarkan artikel ini
Lucuma, Buah Super Kaya Antioksidan yang Berpotensi Menjadi Alternatif Gula
Lucuma, buah Andes yang dikenal memiliki rasa manis alami dan kandungan antioksidan. (Foto: AI)

KESEHATAN — Mengurangi konsumsi gula tambahan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain menggunakan pemanis yang lebih dikenal, masyarakat juga mulai melirik bahan alami yang menawarkan rasa manis sekaligus kandungan nutrisi tambahan.

Salah satu bahan yang mulai mendapat perhatian adalah lucuma, buah tropis asal kawasan Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Buah ini memiliki rasa khas yang kerap digambarkan menyerupai perpaduan ubi jalar, karamel, dan sirup maple.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Peran Vitamin K untuk Menjaga Ketajaman Otak

Lucuma juga dikenal mengandung serat serta senyawa antioksidan, termasuk polifenol dan karotenoid. Kandungan tersebut membuat buah ini menarik untuk diteliti sebagai bagian dari pola makan sehat dan sebagai alternatif pemanis dalam sejumlah hidangan.

Meski demikian, lucuma belum dapat disebut sebagai pengganti gula yang terbukti paling sehat. Manfaatnya perlu dipahami berdasarkan kandungan nutrisi, cara pengolahan, dan bukti ilmiah yang tersedia.

Mengenal Lucuma, Buah Manis dari Pegunungan Andes
Lucuma berasal dari pohon Pouteria lucuma yang tumbuh di kawasan Andes, termasuk Peru, Bolivia, Ekuador, dan Chili. Buah ini memiliki daging berwarna kuning hingga jingga kecokelatan dengan tekstur yang relatif padat dan bertepung.

Baca Juga: 5 Buah dan Sayuran yang Bisa Membantu Menjaga Tekanan Darah

Di sejumlah negara Amerika Selatan, lucuma telah lama dikonsumsi sebagai bahan makanan dan perasa hidangan penutup. Buah ini juga populer untuk campuran es krim, smoothie, bubur, serta berbagai produk pangan.

Untuk mempermudah penggunaannya, daging buah lucuma sering dikeringkan dan diolah menjadi bubuk. Bentuk bubuk ini dapat dicampurkan ke dalam oatmeal, yoghurt, minuman, atau adonan kue untuk memberikan rasa manis yang khas.

Rasanya yang menyerupai karamel membuat lucuma menarik bagi orang yang ingin mengeksplorasi alternatif pemanis alami. Namun, rasa manis alami tidak otomatis berarti suatu bahan bebas gula atau aman dikonsumsi tanpa batas.

Baca Juga: Renovasi Puskesmas hingga Penanganan Stunting Jadi Perhatian Wagub Reny

Kandungan Nutrisi dan Antioksidan Lucuma
Bubuk lucuma mengandung karbohidrat, serat, dan sejumlah nutrisi lain. Kandungan seratnya dapat membantu melengkapi kebutuhan serat harian, terutama jika dikonsumsi bersama makanan bergizi seimbang.

Lucuma juga mengandung senyawa tumbuhan seperti polifenol dan karotenoid. Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan, yaitu membantu melawan efek radikal bebas dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, kandungan nutrisi bubuk lucuma dapat berbeda-beda bergantung pada proses pengeringan, pengolahan, dan produk yang digunakan. Karena itu, informasi pada label kemasan tetap penting diperiksa sebelum membeli.

Baca Juga: Ingin Menjaga Daya Ingat? 5 Makanan Ini Punya Nutrisi yang Baik untuk Otak

Perlu diingat pula bahwa aktivitas antioksidan yang ditemukan dalam analisis laboratorium tidak selalu berarti konsumsi suatu makanan akan langsung mencegah penyakit pada manusia.

Berpotensi Menjadi Alternatif Gula, tetapi Bukan Bebas Kalori
Salah satu alasan lucuma mulai dilirik adalah penggunaannya sebagai pemanis dalam makanan dan minuman. Dibandingkan gula pasir, bubuk lucuma dapat memberikan tambahan serat dan senyawa tumbuhan.

Serat dan struktur karbohidrat dalam suatu makanan dapat memengaruhi proses pencernaan serta respons gula darah. Namun, respons tubuh terhadap lucuma tetap bergantung pada jumlah yang dikonsumsi, komposisi produk, dan makanan lain yang menyertainya.

Baca Juga: Studi Ungkap 6 Bahan Nabati Kaya Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan Otak

Sejumlah penelitian awal juga meneliti kemungkinan senyawa lucuma memengaruhi enzim yang terlibat dalam pencernaan karbohidrat.

Temuan awal tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa lucuma terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, mencegah diabetes, atau bekerja seperti obat penurun gula darah.

Bagi orang yang sedang membatasi gula, lucuma dapat dipertimbangkan sebagai bahan tambahan untuk variasi rasa. Namun, konsumsinya tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari asupan karbohidrat harian.

Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 5 Buah Kaya Magnesium dan Baik untuk Pencernaan

Kandungan Antioksidan dan Potensi Mendukung Kesehatan Jantung
Polifenol dan karotenoid dalam lucuma menarik perhatian karena kedua kelompok senyawa ini banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan tubuh.

Beberapa penelitian laboratorium juga mengevaluasi kemungkinan ekstrak lucuma memengaruhi aktivitas enzim pengubah angiotensin atau ACE, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Akan tetapi, hasil penelitian laboratorium belum membuktikan bahwa mengonsumsi buah atau bubuk lucuma dapat menurunkan tekanan darah pada manusia.

Baca Juga: 2 Jenis Kacang Dikaitkan dengan Kesehatan Jantung dan Metabolisme

Karena itu, lucuma tidak boleh diposisikan sebagai pengganti obat hipertensi maupun metode tunggal untuk mencegah penyakit jantung. Upaya yang lebih terbukti mencakup pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, pembatasan natrium, serta pemantauan tekanan darah.

Potensi Manfaat untuk Pencernaan, Kulit, dan Imunitas
Kandungan serat dalam lucuma dapat membantu melengkapi pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan. Asupan serat yang cukup secara umum berperan dalam menjaga fungsi usus dan membantu keteraturan buang air besar.

Sementara itu, antioksidan dan vitamin C yang terdapat dalam buah dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh. Vitamin C sendiri berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh serta pembentukan kolagen yang dibutuhkan kulit.

Baca Juga: 3 Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Hati

Namun, belum ada bukti klinis kuat yang menunjukkan bahwa mengonsumsi lucuma secara khusus dapat membuat kulit awet muda, mencegah gangguan penglihatan terkait usia, atau mengurangi risiko kanker.

Manfaat tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari keberadaan antioksidan dalam buah. Kesehatan kulit, mata, dan sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, usia, kebiasaan hidup, dan kondisi kesehatan.

Cara Mengonsumsi Lucuma dengan Bijak
Bubuk lucuma dapat digunakan sebagai campuran yoghurt tanpa pemanis, oatmeal, smoothie, atau adonan makanan rumahan.

Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 7 Minuman yang Bisa Mendukung Kesehatan Hati

Gunakan secukupnya untuk menambah rasa, bukan sebagai alasan untuk mengonsumsi makanan manis dalam jumlah lebih banyak.

Saat membeli bubuk lucuma, periksa daftar bahan dan informasi nilai gizi. Pilih produk tanpa tambahan gula jika tujuannya adalah mengurangi konsumsi gula tambahan.

Bagi penderita diabetes atau orang yang perlu mengontrol kadar gula darah, sebaiknya perhatikan porsi dan kandungan karbohidrat produk. Lucuma bukan pengganti terapi medis dan tidak sebaiknya digunakan untuk menghentikan obat yang diresepkan dokter.***