KESEHATAN

Ahli Gastroenterologi Ungkap 5 Buah Kaya Magnesium dan Baik untuk Pencernaan

×

Ahli Gastroenterologi Ungkap 5 Buah Kaya Magnesium dan Baik untuk Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Ahli Gastroenterologi Ungkap 5 Buah Kaya Magnesium dan Baik untuk Pencernaan
Buah segar, sumber magnesium dan serat alami. (Foto: pixabay)

KESEHATAN – Magnesium semakin banyak mendapat perhatian karena mineral ini memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh. Magnesium berperan dalam fungsi otot dan saraf, metabolisme energi, kesehatan tulang, serta berbagai proses biologis lainnya.

Menariknya, kebutuhan magnesium tidak selalu harus dipenuhi melalui suplemen. Banyak makanan sehari-hari yang secara alami mengandung mineral tersebut, termasuk sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum utuh, dan beberapa jenis buah.

Baca Juga: 2 Jenis Kacang Dikaitkan dengan Kesehatan Jantung dan Metabolisme

Ahli gastroenterologi Joseph Salhab, MD, menyoroti lima buah yang menurutnya menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan karena mengandung magnesium sekaligus berbagai nutrisi yang mendukung kesehatan pencernaan, berikut daftarnya.

1. Semangka
Semangka dikenal sebagai buah yang kaya air sehingga cocok dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain air, semangka juga menyediakan sejumlah elektrolit dan mineral, termasuk magnesium.

Kandungan air yang tinggi membuat semangka menjadi pilihan menyegarkan, terutama setelah melakukan aktivitas fisik. Buah ini juga mengandung berbagai senyawa tumbuhan yang memberikan manfaat bagi tubuh.

Baca Juga: 3 Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Hati

Agar tidak bosan, semangka dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Potongannya bisa ditambahkan ke salad, smoothie, salsa, atau dikombinasikan dengan bahan makanan lain.

Namun, semangka tetap mengandung gula alami. Bagi orang yang perlu mengontrol kadar gula darah, jumlah konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

2. Alpukat
Alpukat merupakan salah satu buah yang menarik karena mengandung lemak tak jenuh, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral, termasuk magnesium.

Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 7 Minuman yang Bisa Mendukung Kesehatan Hati

Kandungan seratnya dapat membantu mendukung fungsi saluran pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Alpukat juga sangat mudah dipadukan dengan berbagai makanan. Buah ini dapat ditambahkan ke salad, smoothie, roti panggang, telur, sandwich, mangkuk burrito, hingga salsa.

Karena kandungan lemaknya relatif tinggi dibandingkan kebanyakan buah, alpukat termasuk makanan yang cukup padat kalori. Meski lemaknya sebagian besar merupakan lemak tak jenuh, porsi tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Kafein Diteliti untuk Melawan Dampak Stres

3. Buah Beri
Ukuran buah beri memang kecil, tetapi kelompok buah ini kaya akan berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif.

Raspberry, blackberry, blueberry, stroberi, serta golden berry mengandung serat, air, vitamin, dan berbagai senyawa antioksidan. Serat merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga fungsi pencernaan dan mendukung mikrobiota usus.

Buah beri juga relatif mudah dimasukkan ke dalam menu harian. Anda dapat mencampurkannya dengan oatmeal, yogurt, smoothie, salad buah, atau puding biji chia.

Baca Juga: Wagub Reny Perkuat Sinergi BPJS, 217 Ribu Warga Nikmati Berani Sehat

Mengombinasikan buah beri dengan sumber serat lain seperti biji chia juga dapat menjadi pilihan sarapan atau camilan yang mengenyangkan.

4. Nanas
Nanas mengandung vitamin C, air, serat, serta bromelain, yaitu kelompok enzim yang secara alami terdapat pada buah tersebut.

Bromelain dikenal karena kemampuannya membantu memecah protein dalam kondisi tertentu. Namun, menyebut nanas sebagai “enzim pencernaan alami” tidak berarti buah ini dapat menggantikan fungsi sistem pencernaan atau mengobati gangguan pencernaan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pencernaan, Ini 4 Hubungan Penting antara Usus dan Otak

Nanas tetap menjadi pilihan buah yang baik untuk menambah variasi asupan makanan. Potongannya dapat dicampurkan ke smoothie, yogurt, salad buah, atau dinikmati langsung sebagai camilan.

Nanas juga dapat dipadukan dengan makanan gurih seperti daging panggang untuk memberikan rasa manis dan asam yang menyegarkan.

5. Kiwi
Kiwi merupakan buah yang kaya vitamin C dan serat. Buah ini juga menyediakan sejumlah mineral, termasuk magnesium.

Baca Juga: Dari Parepare hingga Palopo, LPS Bawa Program Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Kandungan serat dalam kiwi dapat membantu mendukung kesehatan saluran pencernaan. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi manfaat kiwi dalam membantu fungsi pencernaan, termasuk pada orang yang mengalami masalah buang air besar.

Kiwi dapat dikonsumsi langsung setelah dikupas atau ditambahkan ke smoothie, salad buah, parfait, maupun salsa.

Karena kandungan serat dan berbagai senyawa bioaktifnya, kiwi dapat menjadi salah satu pilihan buah untuk memperkaya variasi makanan sehari-hari.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Terlihat Baik tetapi Bisa Membebani Otak Tanpa Anda Sadari

Tak Harus Mengandalkan Suplemen Magnesium
Kelima buah tersebut dapat membantu menambah asupan nutrisi, tetapi kandungan magnesium pada buah umumnya tidak setinggi beberapa sumber makanan lain seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, dan biji-bijian utuh.

Karena itu, mengandalkan buah saja belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan magnesium harian.

Suplemen magnesium juga tidak selalu diperlukan oleh semua orang. Kebutuhan setiap individu berbeda dan suplementasi dalam dosis tertentu dapat menimbulkan efek samping, termasuk diare, serta dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

Baca Juga: Tak Hanya di Dapur, 5 Kegunaan Minyak Kelapa untuk Kecantikan

Cara terbaik untuk mendapatkan magnesium bagi kebanyakan orang adalah melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang. Jika terdapat kekhawatiran mengenai kekurangan magnesium atau kebutuhan suplementasi, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pilihan yang tepat.

Pada akhirnya, kesehatan usus tidak ditentukan oleh satu buah saja. Asupan serat yang cukup, konsumsi beragam buah dan sayuran, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta pola makan secara keseluruhan memiliki peran yang lebih besar dalam mendukung kesehatan pencernaan.***