KESEHATAN – Menjaga otak tetap tajam seiring bertambahnya usia tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik dan latihan mental. Asupan nutrisi yang cukup juga berperan penting dalam mendukung fungsi kognitif, termasuk kemampuan belajar, mengingat, dan memproses informasi.
Salah satu nutrisi yang mulai mendapat perhatian peneliti adalah vitamin K. Selama ini, vitamin tersebut lebih dikenal karena perannya dalam membantu proses pembekuan darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa vitamin K juga berpotensi berhubungan dengan kesehatan otak.
Baca Juga: 5 Buah dan Sayuran yang Bisa Membantu Menjaga Tekanan Darah
Studi terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa kekurangan vitamin K dalam pola makan berkaitan dengan gangguan fungsi kognitif pada tikus paruh baya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai kemungkinan peran vitamin K dalam menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Meski demikian, penelitian tersebut dilakukan pada hewan sehingga hasilnya belum bisa langsung disimpulkan berlaku sama pada manusia.
Bagaimana Vitamin K Memengaruhi Kesehatan Otak?
Dalam penelitian tersebut, para peneliti dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University membandingkan dua kelompok tikus. Satu kelompok mendapatkan makanan rendah vitamin K, sedangkan kelompok lainnya menerima pola makan standar.
Baca Juga: Renovasi Puskesmas hingga Penanganan Stunting Jadi Perhatian Wagub Reny
Setelah enam bulan, para peneliti melakukan serangkaian tes perilaku dan pemeriksaan jaringan otak. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang kekurangan vitamin K mengalami gangguan kognitif yang berkaitan dengan proses belajar dan memori.
Peneliti juga menemukan kadar menaquinone-4 (MK4), salah satu bentuk vitamin K yang terdapat di jaringan otak, jauh lebih rendah pada kelompok tikus yang kekurangan vitamin tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan vitamin K mungkin berkaitan dengan sejumlah mekanisme biologis yang mendukung fungsi otak.
Baca Juga: Ingin Menjaga Daya Ingat? 5 Makanan Ini Punya Nutrisi yang Baik untuk Otak
Namun, penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan untuk memahami seberapa besar pengaruhnya terhadap daya ingat dan risiko penurunan kognitif.
Kekurangan Vitamin K Dikaitkan dengan Peradangan Otak
Salah satu temuan penting penelitian tersebut adalah meningkatnya neuroinflamasi atau peradangan pada jaringan saraf pada tikus yang kekurangan vitamin K.
Peradangan di otak menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan karena proses tersebut diketahui berkaitan dengan sejumlah kondisi neurologis dan penurunan fungsi kognitif.
Baca Juga: Studi Ungkap 6 Bahan Nabati Kaya Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan Otak
Meski begitu, peningkatan peradangan pada hewan percobaan tidak otomatis membuktikan bahwa kekurangan vitamin K menyebabkan demensia pada manusia.
Peneliti juga menemukan penurunan proliferasi sel saraf di hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam pembelajaran dan pembentukan memori.
Perubahan ini memberikan petunjuk bahwa kekurangan vitamin K mungkin memengaruhi beberapa proses biologis yang mendukung fungsi kognitif.
Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 5 Buah Kaya Magnesium dan Baik untuk Pencernaan
Temuan tersebut memperkuat alasan untuk meneliti lebih lanjut hubungan antara vitamin K, peradangan saraf, dan kemampuan otak dalam mempertahankan fungsi seiring bertambahnya usia.
Kadar MK4 dan Risiko Gangguan Kognitif
Penelitian lain yang diterbitkan pada 2022 menemukan bahwa konsentrasi MK4 yang lebih tinggi di otak dikaitkan dengan kemungkinan 17 hingga 20 persen lebih rendah mengalami demensia atau gangguan kognitif ringan.
Meski hasil tersebut menarik, hubungan yang ditemukan tidak membuktikan bahwa meningkatkan konsumsi vitamin K secara langsung dapat mencegah demensia.
Baca Juga: 2 Jenis Kacang Dikaitkan dengan Kesehatan Jantung dan Metabolisme
Banyak faktor lain yang turut memengaruhi kesehatan otak, seperti usia, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi pembuluh darah, serta pola makan secara keseluruhan.
Vitamin K juga diteliti karena kemungkinan perannya dalam metabolisme sfingolipid, yaitu jenis lemak yang menjadi bagian penting dari struktur dan fungsi sel saraf. Namun, mekanisme tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampaknya terhadap fungsi otak manusia.
5 Sumber Vitamin K yang Bisa Dikonsumsi Sehari-hari
Cara sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin K adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama sayuran berdaun hijau. Beberapa sumber vitamin K yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian meliputi:
Baca Juga: 3 Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Hati
1. Bayam. Sayuran hijau ini kaya vitamin K dan juga mengandung folat serta sejumlah nutrisi lain yang mendukung kesehatan tubuh.
2. Brokoli. Selain menjadi sumber vitamin K, brokoli mengandung serat dan berbagai vitamin serta mineral.
3. Kubis. Kubis dapat diolah menjadi sup, tumisan, atau salad sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Baca Juga: Ahli Gastroenterologi Ungkap 7 Minuman yang Bisa Mendukung Kesehatan Hati
4. Sawi hijau. Sayuran ini merupakan pilihan untuk menambah asupan vitamin K sekaligus variasi sayuran dalam menu sehari-hari.
5. Daun lobak. Bagian daun dari tanaman lobak juga termasuk sumber vitamin K yang dapat dimanfaatkan dalam masakan.
Mengonsumsi beragam jenis sayuran lebih dianjurkan daripada hanya mengandalkan satu makanan. Pola makan yang bervariasi membantu tubuh memperoleh berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Kafein Diteliti untuk Melawan Dampak Stres
Berapa Kebutuhan Vitamin K Setiap Hari?
Menurut Office of Dietary Supplements (ODS) dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, angka kecukupan vitamin K untuk orang dewasa adalah sekitar 90 mikrogram per hari bagi perempuan dan 120 mikrogram per hari bagi laki-laki.
Kebutuhan tersebut umumnya dapat dipenuhi melalui makanan sehari-hari yang bervariasi. Mengonsumsi suplemen vitamin K tidak otomatis memberikan manfaat tambahan bagi fungsi otak, terutama jika kebutuhan nutrisi sudah tercukupi.
Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin perlu memperhatikan asupan vitamin K karena perubahan jumlah konsumsinya dapat memengaruhi kerja obat. Sebaiknya konsultasikan perubahan pola makan atau penggunaan suplemen dengan dokter.***













