BERITA

38 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Jumlah Korban Diperkirakan Bertambah

×

38 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Jumlah Korban Diperkirakan Bertambah

Sebarkan artikel ini
38 Orang Meninggal akibat Gempa NTT, Jumlah Korban Diperkirakan Bertambah
Bangunan rusak akibat gempa NTT pada Sabtu pagi. (instagram/@poldantt_presisi)

NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB.

Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum rusak hingga ambruk. Gangguan jaringan komunikasi juga sempat terjadi. Saat ini, koneksi jaringan mulai diupayakan kembali.

Baca Juga: Julian Alvarez Dikabarkan Frustrasi di Atletico Madrid, Tak Lagi Ingin Dilatih Diego Simeone

Bencana itu turut menelan korban jiwa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu sore, sebanyak 38 orang meninggal dunia.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Sementara sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB, terdata ada 38 jiwa meninggal dunia. Dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, dan kurang lebih ada 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri,” ujar Suharyanto.

Baca Juga: Setelah Dua Pekan Jadi Rumor, Slipknot Pastikan Sid Wilson Tak Lagi di Dalam Band

Korban terbanyak tercatat di Manggarai Timur dengan 17 orang meninggal dunia.

Kemudian Manggarai mencatat 16 korban meninggal, enam di antaranya masih dalam proses identifikasi.

Di Sikka, tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Baca Juga: Status Peringatan Tsunami Gempa NTT Magnitudo 7, 7 Resmi Dicabut

Sementara di Ende dan Manggarai Barat, masing-masing tercatat satu korban meninggal dunia.

Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. BNPB memperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah.

Selain korban jiwa, gempa juga merusak sejumlah bangunan. BNPB mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan. Selain itu, tiga tempat ibadah serta enam kantor pemerintahan ikut terdampak.(*)