KESEHATAN – Hati merupakan salah satu organ penting yang bekerja tanpa henti untuk membantu metabolisme, menyimpan energi, memproses berbagai zat, serta mendukung sistem detoksifikasi alami tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan hati perlu menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.
Selain membatasi alkohol dan minuman tinggi gula, pilihan minuman juga dapat diperhatikan. Ahli gastroenterologi Joseph Salhab, MD, menyebut sejumlah minuman yang mengandung serat, probiotik, polifenol, dan antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan hati.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pengusir Kantuk, Kafein Diteliti untuk Melawan Dampak Stres
Berikut tujuh pilihan minuman yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung hati.
1. Air Biji Chia
Air biji chia menjadi salah satu minuman yang populer dalam beberapa waktu terakhir. Selain mudah dibuat, biji chia mengandung serat dan magnesium yang berperan dalam kesehatan metabolisme.
Untuk membuatnya, biji chia dapat direndam dalam air hingga membentuk tekstur seperti gel. Salhab juga menyarankan membuat minuman chia fresca dengan tambahan mentimun dan lemon.
Baca Juga: Wagub Reny Perkuat Sinergi BPJS, 217 Ribu Warga Nikmati Berani Sehat
Mentimun dapat memberikan tambahan cairan, sementara lemon mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan.
Meski demikian, konsumsi biji chia tetap perlu disertai asupan air yang cukup karena kandungan seratnya tinggi.
2. Smoothie Kefir dan Buah Beri
Kefir merupakan minuman susu fermentasi yang kaya akan mikroorganisme hidup. Kandungan probiotiknya menjadikan kefir salah satu pilihan yang menarik untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pencernaan, Ini 4 Hubungan Penting antara Usus dan Otak
Kesehatan usus dan hati memiliki hubungan yang dikenal sebagai poros usus-hati atau gut-liver axis. Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan hati.
Menambahkan buah beri ke dalam smoothie juga memberikan kandungan antioksidan, termasuk antosianin. Senyawa tersebut banyak ditemukan pada buah berwarna merah, biru, dan ungu.
3. Jus Delima dengan Jahe
Delima dikenal sebagai buah yang kaya polifenol. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan sedang diteliti terkait berbagai aspek kesehatan metabolisme.
Baca Juga: Dari Parepare hingga Palopo, LPS Bawa Program Kesehatan Gratis dan Donor Darah
Sementara itu, jahe mengandung senyawa bioaktif yang memiliki sifat anti-inflamasi. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi potensi jahe dalam membantu kondisi yang berkaitan dengan penyakit hati berlemak.
Namun, jus buah sebaiknya tetap dikonsumsi dalam jumlah wajar. Mengonsumsi buah utuh umumnya memberikan keuntungan tambahan berupa serat, sementara jus dapat lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.
4. Kopi dengan Sedikit Kakao
Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup banyak dikaitkan dengan kesehatan hati. Sejumlah penelitian observasional menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit hati, termasuk sirosis dan kanker hati pada kelompok tertentu.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Terlihat Baik tetapi Bisa Membebani Otak Tanpa Anda Sadari
Salhab menyarankan menambahkan sedikit kakao ke dalam kopi. Kakao mengandung flavanol, termasuk epikatekin, yang memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi.
Agar manfaatnya tidak tertutupi oleh tambahan gula, pilih kopi dengan sedikit atau tanpa gula tambahan. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi kopi juga perlu disesuaikan agar tidak mengganggu tidur atau menyebabkan jantung berdebar.
5. Jus Semangka dengan Jahe
Semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Buah ini juga mengandung citrulline, yaitu asam amino yang terlibat dalam produksi oksida nitrat.
Baca Juga: Tak Hanya di Dapur, 5 Kegunaan Minyak Kelapa untuk Kecantikan
Oksida nitrat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga berperan dalam menjaga aliran darah.
Ketika dipadukan dengan jahe, minuman ini menjadi pilihan yang menyegarkan sekaligus memberikan senyawa bioaktif dari kedua bahan tersebut.
Namun, sebaiknya hindari menambahkan terlalu banyak gula karena minuman tinggi gula justru kurang ideal bagi kesehatan metabolisme dan hati.
Baca Juga: 4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membuat Anda Cepat Lelah
6. Teh Hijau dengan Madu
Teh hijau mengandung katekin, terutama epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa ini telah banyak diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan dan sejumlah potensi manfaat metabolik.
Salhab juga menyoroti kaitan katekin teh hijau dengan kadar lemak hati. Beberapa penelitian pada manusia telah mengeksplorasi potensi teh hijau dalam konteks penyakit hati berlemak, meskipun hasil penelitian tidak berarti bahwa teh hijau merupakan pengobatan untuk penyakit hati.
Madu dapat digunakan sebagai pemanis alami dan mengandung sejumlah senyawa polifenol. Namun, madu tetap merupakan sumber gula sehingga penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan.
Baca Juga: Sering Mengisi Ulang Botol Air Kemasan? 4 Bahaya Ini Perlu Anda Ketahui
7. Teh Hitam dengan Mint
Teh hitam mengandung senyawa polifenol seperti theaflavin. Senyawa tersebut telah diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi serta potensi pengaruh terhadap metabolisme glukosa dan lemak.
Sementara itu, daun mint mengandung berbagai senyawa fenolik yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Perpaduan teh hitam dan mint dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori, terutama jika dikonsumsi tanpa gula berlebihan.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis minuman yang secara ajaib dapat “membersihkan” atau menyembuhkan hati. Kesehatan hati lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, berat badan yang sehat, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, pengendalian gula darah dan kolesterol, serta kondisi medis yang dimiliki seseorang.
Minuman seperti kopi, teh hijau, kefir, atau minuman berbahan buah dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak menggantikan pengobatan bagi orang yang telah mengalami penyakit hati.***













