KESEHATAN – Merasa lelah sepanjang hari menjadi masalah yang cukup umum. Kurang tidur memang merupakan salah satu penyebab utama, tetapi makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat memengaruhi tingkat energi tubuh.
Makanan bergizi seharusnya membantu tubuh mendapatkan energi untuk menjalani aktivitas. Sebaliknya, pola makan yang tidak seimbang atau konsumsi makanan tertentu secara berlebihan justru dapat membuat tubuh terasa lesu.
Baca Juga: Sering Mengisi Ulang Botol Air Kemasan? 4 Bahaya Ini Perlu Anda Ketahui
Menurut para ahli, beberapa makanan dan minuman yang tampak biasa bahkan sering dianggap sebagai sumber energi ternyata dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Berikut empat di antaranya.
1. Buah dan Sayuran Jika Dikonsumsi Tanpa Makanan Padat Energi yang Cukup
Buah dan sayuran merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Namun, mengonsumsi makanan yang sangat rendah kalori dalam jumlah besar tanpa diimbangi sumber energi lainnya dapat membuat tubuh kekurangan asupan energi.
Kelsey Kunik, RDN, mengatakan makanan dengan volume besar tetapi rendah kalori dapat membuat seseorang merasa kenyang secara fisik, meskipun kebutuhan energinya belum terpenuhi.
Baca Juga: 5 Minuman Penenang yang Bisa Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak
Sayuran hijau, brokoli, serta sejumlah sayuran rendah pati memang kaya vitamin, mineral, dan serat. Namun, makanan tersebut tidak selalu memberikan energi yang cukup jika dikonsumsi tanpa sumber protein, lemak sehat, atau karbohidrat kompleks.
Kondisi serupa dapat terjadi ketika seseorang terlalu membatasi makanan demi menurunkan berat badan. Asupan kalori yang terlalu rendah dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kekurangan nutrisi, dan rendahnya energi.
Karena itu, jangan hanya fokus pada banyaknya makanan yang dikonsumsi. Pastikan pola makan juga mencakup sumber energi dan nutrisi yang seimbang seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, serta lemak sehat.
Baca Juga: Tidak Sarapan Setiap Pagi? Waspadai 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tubuh
2. Minuman Manis
Minuman manis mungkin terasa menyegarkan dan memberikan dorongan energi dengan cepat. Namun, kandungan gula tambahan yang tinggi dapat menjadi masalah jika dikonsumsi terlalu sering.
Gula tambahan terdapat dalam berbagai produk, mulai dari minuman bersoda, minuman kemasan, jus dengan tambahan gula, hingga sejumlah produk sarapan dan makanan ringan.
Konsumsi gula tambahan berlebihan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Selain itu, pola konsumsi gula yang tinggi juga dapat berhubungan dengan kualitas tidur yang kurang baik.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anda Mengonsumsi Tuna Lebih dari Dua Kali Seminggu?
Kunik menjelaskan bahwa fluktuasi kadar gula darah dan kualitas tidur yang buruk dapat membuat seseorang merasa lebih lelah.
Bukan berarti seluruh makanan atau minuman yang mengandung gula harus dihindari. Namun, membatasi gula tambahan dan lebih sering memilih air putih atau minuman tanpa gula dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga pola makan tetap sehat.
3. Makanan Panggang seperti Muffin, Kue, dan Biskuit
Muffin, kue, dan biskuit mungkin menjadi pilihan praktis ketika rasa lapar datang di tengah pagi. Rasanya yang manis juga membuat makanan tersebut terasa seperti sumber energi yang cepat.
Baca Juga: Diet Bebas Gluten? 5 Perubahan yang Mungkin Terjadi pada Tubuh Anda
Namun, banyak produk makanan panggang mengandung tepung olahan dan gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, sementara kandungan protein dan seratnya relatif rendah.
Kombinasi tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat setelah makan. Setelah itu, sebagian orang dapat merasakan penurunan energi sehingga tubuh terasa kembali lelah.
Kunik menjelaskan bahwa konsumsi karbohidrat olahan dan gula tanpa cukup protein maupun serat dapat memberikan dorongan energi yang hanya berlangsung sementara.
Baca Juga: Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Penting untuk Menjaga Fungsi Ginjal
Untuk sarapan atau camilan, pilihan yang mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat dapat membantu membuat asupan energi lebih seimbang. Misalnya, oatmeal dengan kacang dan buah, yogurt tanpa gula dengan buah, atau roti gandum dengan sumber protein.
4. Minuman Energi
Ironisnya, minuman yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan justru dapat berkontribusi terhadap rasa lelah jika dikonsumsi secara berlebihan.
Sebagian besar minuman energi mengandung kafein dalam jumlah tinggi. Kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi konsumsi berlebihan, terutama terlalu dekat dengan waktu tidur, dapat mengganggu kualitas tidur.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menyeruput Kopi di Pagi Hari
Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih lelah pada hari berikutnya dan kembali mengandalkan kafein untuk mengatasi rasa kantuk.
Kunik menjelaskan bahwa terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur dan berpotensi menyebabkan kelelahan pada hari berikutnya.
Karena itu, minuman energi sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti tidur atau solusi utama untuk mengatasi kelelahan. Jika tubuh terus merasa lelah, memperbaiki waktu dan kualitas tidur jauh lebih penting daripada terus menambah asupan kafein.
Baca Juga: Fast Food Sekali Seminggu, Apakah Aman? Ini Risiko yang Perlu Anda Waspadai
Pada akhirnya, rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh satu jenis makanan. Kurang tidur, stres, kondisi kesehatan tertentu, aktivitas fisik, obat-obatan, hingga pola makan secara keseluruhan dapat berperan.
Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus atau semakin berat meski pola tidur dan makan sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.***













